Sebuah Mini 1000 hijau dengan kap hitam doff, dikunci pakai gembok, kadang membawa sofa di atapnya. Inilah mobil yang membuat jutaan orang jatuh cinta pada Mini.
Mobil Mr. Bean itu mobil apa?
Mobil Mr. Bean adalah Mini 1000 Mark IV buatan British Leyland tahun 1977, berwarna Austin Citron Green dengan kap mesin hitam doff dan pelat nomor SLW 287R. Mobil ini menemani Rowan Atkinson di serial komedi Mr. Bean yang tayang di Inggris tahun 1990–1995, lalu muncul lagi di film layar lebar dan serial kartunnya.
Di Indonesia, mobil ini sering disebut “Mini Morris” atau “Mini Cooper Mr. Bean”. Sebenarnya ini Mini 1000 versi standar, bukan Mini Cooper yang bertenaga lebih besar. Pilihan itu disengaja: Rowan Atkinson sendiri yang memilih mobil dan warnanya, karena ingin Mini yang terlihat lucu dan beda dari Mini lain di jalan.
- Model
- Mini 1000 Mk IV
- Tahun
- 1977
- Mesin
- 998 cc
- Tenaga
- ±38 hp
- Top speed
- ±120 km/j
- Pelat
- SLW 287R
Gembok, sofa di atap, dan tank

Di episode pertama, Mr. Bean belum mengendarai Mini hijau. Mobilnya adalah Mini Mk II oranye tahun 1969 berpelat RNT 996H, yang ringsek di akhir episode. Mini hijau baru muncul di The Curse of Mr. Bean (1990) dan menjadi ikon serial sampai akhir.
Beberapa adegan yang membuat mobil ini tak terlupakan:
- Gembok di pintu. Mr. Bean tidak percaya kunci bawaan pabrik, jadi ia memasang gembok dan mencabut setir setiap kali parkir. Di The Trouble with Mr. Bean, seorang pencuri berhasil membuka gembok tapi tidak bisa membawa kabur mobilnya karena setirnya tidak ada.
- Sofa di atap. Di Do-It-Yourself Mr. Bean (1994), ia menyetir dari kursi sofa yang diikat di atap, mengendalikan mobil dengan tali dan gagang sapu.
- Sikat gigi dan ganti baju sambil menyetir. Di The Trouble with Mr. Bean, ia sikat gigi dan berganti pakaian dalam perjalanan ke dokter gigi, menyetir dengan kaki.
- Musuh bebuyutan. Reliant Regal roda tiga warna biru yang hampir selalu terbalik setiap berpapasan dengan Mini hijau.
Di Back to School Mr. Bean, Mr. Bean diam-diam menukar mobilnya dengan Mini lain yang identik. Mobil aslinya kemudian dilindas tank dalam sebuah demonstrasi militer sampai gepeng. Yang tersisa hanya gemboknya.
Mobil Mr. Bean dari masa ke masa
Selama lebih dari tiga dekade, “mobil Mr. Bean” sebenarnya terdiri dari beberapa unit dengan pelat nomor yang berbeda-beda:
| Tahun | Tayangan | Mobil | Pelat |
|---|---|---|---|
| 1990 | Mr. Bean (episode 1) | Mini Mk II 1969, oranye | RNT 996H |
| 1990–1995 | Serial TV Mr. Bean | Mini 1000 1977, Citron Green | SLW 287R |
| 1997 | Film Bean | Mini 1000, Citron Green | C607 EUW |
| 2002 | Serial animasi Mr. Bean | Mini hijau (kartun) | STE 952R |
| 2007 | Film Mr. Bean’s Holiday | Mini, kuning | YGL 572T |
| 2015 | Aksi ulang tahun ke-25 di London | “Armchair Mini” dengan sofa di atap | SLW 287R |

Untuk serial televisinya saja, tim produksi memakai beberapa Mini hijau-hitam sekaligus, termasuk unit tanpa mesin untuk adegan tertentu. Kap, gril, sampai sarung jok sering dipindah dari satu mobil ke mobil lain, jadi penonton tidak pernah sadar mobilnya berganti.
Mini dari film Bean (1997) sempat dipajang di restoran Planet Hollywood di Niagara Falls, lalu terjual sekitar USD 70.000 dalam lelang tahun 2018. Unit lain dan replikanya kini tersebar di museum dan pameran, salah satunya di London Motor Museum.


Seberapa kecil Mini klasik?
Mini klasik dirancang Alec Issigonis tahun 1959 dengan satu tujuan: empat orang dewasa muat di mobil sepanjang kurang dari tiga meter. Bandingkan dengan MINI Cooper 3 Door generasi terbaru (F66) yang dijual resmi di Indonesia.

Mesin melintang dan roda di ujung-ujung bodi adalah ide Issigonis yang sampai sekarang dipakai hampir semua mobil kecil. MINI modern masih memakai prinsip yang sama: roda di sudut, overhang pendek, dan rasa “go-kart” saat menikung.
Berapa harga mobil Mr. Bean di Indonesia?
Rp60 juta – Rp700 juta
Itulah rentang harga Mini klasik di Indonesia yang pernah diberitakan media otomotif, dari unit yang hanya layak diambil onderdilnya sampai unit restorasi kelas kolektor. Mini hijau ala Mr. Bean termasuk yang paling dicari, jadi harganya cenderung naik dari tahun ke tahun.
| Kondisi / unit | Harga yang diberitakan | Sumber |
|---|---|---|
| Mini Morris 1976, hanya untuk onderdil | ±Rp60 juta | detikOto, 2018 |
| Mini Morris 1976, orisinal dan terawat | s/d ±Rp350 juta | detikOto, 2018 |
| Mini replika Mr. Bean di bursa Mall Blok M | dibuka Rp350 juta | GridOto |
| Mini tahun 1990-an | ±Rp300 juta | Carmudi, 2020 |
| Mini 1970-an bertransmisi otomatis | >Rp600 juta | Carmudi, 2020 |
| Mini Morris Mk1 1961 hasil restorasi | ±Rp700 juta | detikOto, 2020 |
Harga di atas berasal dari liputan tahun 2018–2020. Harga pasar sekarang bisa lebih tinggi, tergantung keaslian onderdil, kelengkapan surat, dan kualitas restorasi.
Tips membeli Mini klasik ala Mr. Bean
Mini klasik menyenangkan untuk dimiliki, tapi usianya sudah hampir setengah abad. Sebelum membeli, perhatikan beberapa hal ini:
- Cek surat-surat. Pastikan STNK dan BPKB lengkap, dan nomor rangka serta nomor mesin sama dengan yang tertulis di dokumen.
- Cari karat di tempat tersembunyi. Lantai kabin, sill di bawah pintu, dan subframe adalah titik yang paling sering keropos pada Mini klasik.
- Tanyakan keaslian mesin. Mini 1000 aslinya bermesin A-Series 998 cc. Mesin pengganti atau hasil modifikasi biasanya menurunkan nilai koleksi.
- Siapkan bengkel spesialis. Suku cadang makin langka dan butuh mekanik yang paham Mini klasik. Komunitas dan bengkel spesialis Mini Morris adalah tempat terbaik untuk bertanya sebelum membeli.
- Hitung biaya restorasi. Harga beli yang murah sering diikuti biaya restorasi yang jauh lebih besar dari perkiraan.
Ingin karakter yang sama tanpa repot merawat mobil tua? MINI Cooper 3 Door F66 mewarisi bentuk, roda di sudut, dan rasa “go-kart” dari Mini klasik, lengkap dengan garansi resmi. Cek juga daftar harga MINI Cooper terbaru atau harga MINI Cooper bekas kalau ingin opsi yang lebih terjangkau. Penasaran dengan asal-usulnya? Baca kisah Mini Morris dan sejarah MINI Cooper.
Bentuk mungil dan wajah bulat ala mobil Mr. Bean juga menginspirasi mobil lain. Salah satu yang paling sering disebut mirip adalah kei car Jepang Daihatsu Mira Gino (GridOto).
Pertanyaan yang sering muncul
Mobil Mr. Bean namanya apa?
Mobil Mr. Bean adalah Mini 1000 Mark IV buatan British Leyland tahun 1977. Di Indonesia, Mini klasik seperti ini sering disebut Mini Morris.
Apakah mobil Mr. Bean itu Mini Cooper?
Bukan. Mobil Mr. Bean adalah Mini 1000 versi standar bermesin 998 cc. Nama Cooper dipakai untuk versi bertenaga lebih besar hasil kerja sama dengan John Cooper.
Mobil Mr. Bean tahun berapa?
Mini hijau di serial TV adalah keluaran tahun 1977. Mini oranye di episode pertama lebih tua, yaitu keluaran 1969.
Apa warna mobil Mr. Bean?
Austin Citron Green, hijau kekuningan dengan kap mesin hitam doff. Di film Mr. Bean’s Holiday (2007), Mini yang dipakai berwarna kuning.
Berapa pelat nomor mobil Mr. Bean?
SLW 287R di serial TV. Di film Bean (1997) pelatnya C607 EUW, di serial animasi STE 952R, dan di Mr. Bean’s Holiday YGL 572T.
Apa mobil musuh Mr. Bean?
Reliant Regal roda tiga berwarna biru. Mobil ini hampir selalu terbalik setiap berpapasan dengan Mini hijau Mr. Bean.
Apakah mobil Mr. Bean masih ada?
Ya. Beberapa unit dan replikanya masih bisa dilihat di museum dan pameran. Mini dari film Bean (1997) terjual sekitar USD 70.000 dalam lelang tahun 2018.
Berapa harga mobil Mr. Bean di Indonesia?
Mini klasik di Indonesia pernah diberitakan dijual mulai sekitar Rp60 juta untuk unit onderdil, Rp350 juta untuk unit terawat atau replika Mr. Bean, sampai sekitar Rp700 juta untuk unit restorasi kelas kolektor.
Bisakah saya punya Mini dengan karakter yang sama hari ini?
Bisa. MINI Cooper 3 Door generasi terbaru mewarisi bentuk dan rasa berkendara Mini klasik, dengan teknologi modern dan garansi resmi.
Sumber: Mr. Bean Wiki, HotCars, Classics World, detikOto, Carmudi.
Mau merasakan Mini versi sekarang?
Jadwalkan test drive MINI Cooper di Plaza MINI. Konsultasi gratis, langsung lewat WhatsApp.
Chat WhatsAppFoto: Thomas’s Pics (CC BY 2.0), Calreyn88 (CC BY-SA 4.0), allen watkin from London, UK (CC BY-SA 2.0), Martin Pettitt (CC BY 2.0), Riley from Christchurch, New Zealand (CC BY 2.0), Shane’s Stuff (CC BY-SA 2.0), via Wikimedia Commons.


